Lagi bosan? Kita bikin kacamata 3D aja yuk. "Cara buatnya gimana?" Cari aja di gugel banyak banget tutorialnya.
Di sini saya akan membeberkan sedikit rahasia tentang per-3D-an. Kacamata 3D digunakan untuk menampilkan gambar yang aslinya dua dimensi menjadi tiga dimensi. Kacamata 3D sendiri ada beberapa macam, diantaranya adalah red-cyan, amber-blue, dan polarized. Yang paling simple dan dapat kita buat sendiri adalah jenis red-cyan. Jadi kacamatanya yang sebelah kanan berwarna biru dan yang kiri berwarna merah.
"Kok bisa gambarnya jadi kayak 3D beneran ya?" Ya iyalah bisa. Cara kerjanya kayak gini. Kita sedikit menyinggung masalah Tuhan (sok religius ini). Tuhan telah menjadikan kita manusia dengan bentuk yang sangat sempurna. Kita diberi dua telinga supaya kita tahu dari mana arah suara yang kita dengar. Begitu juga dengan mata, kita diberi dua mata (maaf untuk yang tunanetra atau yang hanya bisa melihat dengan satu mata). Gunanya adalah agar otak kita dapat tahu seberapa jauh atau dekat obyek yang kita lihat. Kalo gak percaya coba aja tutup satu mata terus coba pegang-pegang benda yang ada di depan, pasti gak bakal bisa akurat seperti kalo kedua mata terbuka. Itulah depth (kedalaman). Kedalaman atau depth itulah yang membedakan gambar 2D dengan gambar 3D. Dalam gambar 3D kita bisa melihat beberapa benda berada di belakang monitor dan beberapa benda jadi seperti keluar dari monitor.
Sebenarnya gambar 3D adalah penggabungan dari dua gambar yang berbeda sedikit. Perbedaan tersebut terletak pada posisi kameranya. Bingung ya? Gampangnya gini. Tutup mata yang sebelah kiri, nah itulah gambar 3D yang sebelah kanan. Trus tutup mata yang kanan, nah itulah gambar 3D yang sebelah kiri. Perbedaan posisi kamera itulah yang menyebabkan terjadinya efek kedalaman. Lalu kedua gambar tersebut harus masuk ke mata yang benar. Maksudnya gambar yang sebelah kanan harus terlihat oleh mata kanan saja dan tidak boleh terlihat oleh mata kiri dan sebaliknya. Fungsi kacamatanya adalah untuk menyaring agar gambar yang sebelah kanan hanya dapat dilihat mata sebelah kanan dan juga sebaliknya. Udah paham kan? "Siap pak"
Kacamata red-cyan menggunakan teknologi penyaringan warna. Maka dari itu kalo kita menggunakan kacamata red-cyan, gambar 3D yang kita lihat juga harus gambar 3D yang bertipe red-cyan. Secara teknisnya bagaimana saya tidak terlalu paham tapi intinya kacamata yang sebelah kanan (yang berwarna cyan) akan menghilangkan komponen warna merah dari gambar dan kacamata yang sebeleh kiri (yang berwarna merah) akan menghilangkan komponen warna cyan dari gambar. Jadi kalo kamu membuat kacamata sendiri, cara mengetes apakah warna kacamatamu sudah benar adalah dengan menutup satu mata. Kalau sudah menutup satu mata tapi gambarnya masih kelihatan berbayang maka warnanya belum benar itu, tambahin lagi warnanya. Tapi juga jangan kebanyakan, nanti malah gak kelihatan sama sekali gambarnya. Kalau udah gak berbayang dan masih kelihatan jelas, itu baru sip.
Udah bisa melihat gambar 3D tapi masih belum puas? Kamu juga bisa membuat sendiri gambar 3D mu bahkan video 3D. Syaratnya kamu harus punya dua kamera. "Yah, ane cuma punya satu kamera gan". Tenang aja, satu kamera aja juga bisa diakalin kok, tapi harus teliti. Gini caranya. Foto satu gambar, terus geser sedikit posisi kameranya dan foto lagi (jangan keliru kanan kirinya lho, intinya kamu ngambil dua gambar dengan posisi kamera di masing-masing matamu). Trus kamu gabungin dengan software Anaglyph Maker atau sejenisnya. Selamat anda sudah bisa membuat gambar 3D mu sendiri. "Kalau videonya gimana gan?". Kalau video susah kayaknya kalo cuma satu kamera. Tapi kalau kamu kreatif kamu bisa akalin sendiri seperti gimana lah. Untuk memutar video 3D bisa dengan software Stereoscopic Player atau sejenisnya.
Udah segitu dulu ya gan...
Oiya, ini ada tips. Kalau kamu pengen melihat gambar gedung-gedung atau pemandangan seperti miniatur, jauhkan jarak posisi pengambilan gambar kiri dan gambar kanan (tapi ya jangan jauh-jauh, misalnya jarak rata-rata mata manusia adalah 15 cm ya coba kamu ambil dengan jarak 30 cm). Sebaliknya kalau kamu pengen melihat dunia dari sudut pandang makhluk kecil, perkecil saja jaraknya. "Berarti manusia melihat dunia secara berbeda dong? Kan jarak matanya beda-beda". Ya mungkin saja, haha.....

