Dalam keseharian kita merasa sepertinya kita baik-baik saja. Tapi sebaiknya kita sering-sering mengevaluasi diri kita. Sudah benarkan tindakan yang kita lakukan. Apakah tindakan kita merugikan atau menguntungkan orang lain. Hal-hal seperti itu tidak layak untuk disepelekan. Bahkan seharusnya kita lebih memprioritaskan hal seperti itu melebihi yang lain. Bukan tidak mungkin hidup kita yang begitu sempurna dapat hancur karena kita melalaikan hal tersebut. Kesalahan kepada sesama manusia bukanlah dosa yang mudah diampuni. Walaupun kita sudah bertobat kepada tuhan jutaan kali, kalau orang yang kita sakiti hatinya tidak mau memaafkan kita, percuma saja, dosa kita masih tetap ada.
Salah satu cara untuk menghindari kesalahan kepada orang lain adalah dengan selalu menjaga hati kita tetap bersih. Ya, hati adalah hal terpenting dalam diri kita, bukan jantung atau otak. Kita lihat saja tokoh-tokoh yang bijaksana, mereka pasti mempunyai jiwa yang besar dan hati yang bersih. Bagi kita yang muslim kita bisa lihat hal tersebut pada diri Nabi Muhammad. Sangat mengagumkan sekali, wajib kita jadikan contoh. Beliau mempunyai hati yang sangat bersih. Tak ada sedikitpun kebencian dalam hati Rosul. Tak ada manusia yang lebih mulia dari beliau. Lihatlah respon manusia terhadap beliau, semua orang menghormati beliau.
Dengan kita mempunyai hati yang bersih, semua orang di sekeliling kita akan merasa aman bahkan nyaman. Mereka tidak akan merasa terpojokkan, bahkan tersakiti oleh ucapan atau perbuatan kita. Bukankan itu poin utama kita hidup? Saling menghargai. Bukan saling memojokkan dan menjatuhkan demi kepentingan pribadi.
Mungkin ada yang bilang, "nyatanya orang yang baik tetep aja punya salah". Ngomong-ngomong pikiran kayak gitu itu mirip sama pemikiran kayak gini, "buat apa sholat, orang yang sering sholat aja masih banyak yang maksiat". Saya selalu merasa saya harus membenci pikiran seperti itu, dan sedikit merasa kasihan kepada mereka yang berpikiran seperti itu karena tak mempunyai otak yang sedikit tajam untuk dapat mengetahui inti dari suatu permasalahan. Begini, kita umpamakan ada dua rumah yang sama-sama sangat kotor sekali. Rumah yang satu dibersihkan seadanya, sedangkan yang satu dibiarkan begitu saja. Kira-kira rumah pertama bisakan menjadi bersih dalam seketika? Tidak. Apabila ada orang melihat, apa anggapan orang tersebut terhadap rumah yang pertama? Ya, tetap saja kotor. Tapi jika orang tesebut disuruh membandingkan dengan rumah yang kedua dia pasti akan berkata rumah pertama lebih bersih dari rumah kedua. Hati pun sama dengan analogi tersebut. Ibadah, menjaga hati dan hal baik yang lain itu bukan seketika menghilangkan, tetapi sedikit demi sedikit mengurangi keburukan yang ada pada seseorang. Jika ada orang yang rajin beribadah tetapi masih relatif buruk perbuatannya, maka bisa dikatakan bahwa orang tersebut sedang dalam proses pembersihan yang jika ia terus konsisten pasti suatu saat ia akan menjadi orang yang baik. See what i mean?
Kalau hati kita kotor, hidup itu hampa gitu rasanya (ini pengalaman saya ya). Bener-bener gak enak rasanya. Semangat hidup pun sangat redup. Untungnya saya bisa sedikit keluar dari lubang itu (ini gak tau emang kayak gitu apa cuma perasaan saya aja, intinya saya sekarang lebih bergairah untuk hidup dibanding masa itu). Saya sangat bersyukur akan hal itu. Terima kasih kepada AMIKOM karena telah banyak memberi saya harapan.
Memang menjaga hati itu bukan hal yang mudah. Menjaga hati itu sangat sangat susah sekali. Tak bisa kita merumuskan bagaimana agar hati tetap bersih kecuali kita harus sering-sering mengevaluasi diri dan selalu terjaga. Mau pake otak? Setan jauh lebih pintar dari kita. Ya emang gak ada cara lain selain terus aja berusaha. Sebenarnya saya itu gak pantas ngomong kayak gini, wong saya aja masih kotor sekali hatinya. Tapi ya gimana lagi, ini salah satu cara saya untuk melawan itu.
Kesimpulannya, percuma kita pintar, sukses, kaya, terhormat kalau hati kita kotor dan tak terurus. Kalau ada kata yang gak enak dan menyinggung mohon maaf. It's not supposed to be like that. Oke deh, cheer up.....

