Sabtu, 28 Februari 2015

Tutorial Java 1 : Intro

Bagi yang belum tau java, java itu sebuah bahasa pemrograman yang berbasis objek. Info lengkapnya cari gugel aja ya, hehe. Pemrograman berbasis objek atau Object Oriented Programming (biasanya disingkat OOP) konsepnya tu kayak gini. Jadi dalam program, semuanya itu dianggap sebagai objek, meniru dunia beneran gitu. Lebih jelasnya menyusul ya.

Sebenarnya saya juga masih newbie tapi gak papa ya kita belajar bareng. Tutorial di gugel juga udah gak karuan banyaknya. Tapi walaupun begitu saya tetap ingin berkontribusi kepada dunia dengan berbagi sedikit saja tentang java ini (sok puitis ya).


Bikin program itu seru banget lho. Apalagi kalau udah mahir bahasa pemrograman. Walaupun kita cuma iseng aja bikin program apa gitu, tetep aja seru. Soalnya kita dituntut berfikir seperti cara fikir komputer (wuih dewa banget, pikiran komputer aja paham, apalagi cewek, lewat itu mah). Secara tidak langsung kita juga bakal lebih mudah memahami suatu bahasa (kayak bahasa inggris atau jepang gitu) karena sebagai programmer kita sebenarnya itu sedang menerjemahkan, yaitu dari bahasa manusia ke bahasa komputer (ini sebuah penelitian pribadi, jadi gak ada sumber, hehe). Kali aja gara-gara belajar pemrograman karir kita malah akan melesat sebagai penerjemah inggris-indonesia, mungkin aja itu. Masih gak percaya kalo bikin program itu seru? Cobain aja sendiri.

Bahasa pemrograman itu ada banyak sekali, salah satunya ya java itu, cari aja di Wikipedia. Keluarga besar bahasa C (C, C++, Java, C#) itu sintaksnya mirip-mirip lho. Jadi kalo kamu udah pernah belajar C++, gak akan kesusahan deh belajar java. "Kalo belum pernah belajar pemrograman sama sekali gimana?". Ya sama aja gak bakal kesusahan, tapi ya agak susah dikit deng, hehe. Tapi tenang aja, anda pasti bisa. Lets have fun...!!!

Tentang Kacamata 3D dan Rahasia per-3D-an

Lagi bosan? Kita bikin kacamata 3D aja yuk. "Cara buatnya gimana?" Cari aja di gugel banyak banget tutorialnya.

Di sini saya akan membeberkan sedikit rahasia tentang per-3D-an. Kacamata 3D digunakan untuk menampilkan gambar yang aslinya dua dimensi menjadi tiga dimensi. Kacamata 3D sendiri ada beberapa macam, diantaranya adalah red-cyan, amber-blue, dan polarized. Yang paling simple dan dapat kita buat sendiri adalah jenis red-cyan. Jadi kacamatanya yang sebelah kanan berwarna biru dan yang kiri berwarna merah.


"Kok bisa gambarnya jadi kayak 3D beneran ya?" Ya iyalah bisa. Cara kerjanya kayak gini. Kita sedikit menyinggung masalah Tuhan (sok religius ini). Tuhan telah menjadikan kita manusia dengan bentuk yang sangat sempurna. Kita diberi dua telinga supaya kita tahu dari mana arah suara yang kita dengar. Begitu juga dengan mata, kita diberi dua mata (maaf untuk yang tunanetra atau yang hanya bisa melihat dengan satu mata). Gunanya adalah agar otak kita dapat tahu seberapa jauh atau dekat obyek yang kita lihat. Kalo gak percaya coba aja tutup satu mata terus coba pegang-pegang benda yang ada di depan, pasti gak bakal bisa akurat seperti kalo kedua mata terbuka. Itulah depth (kedalaman). Kedalaman atau depth itulah yang membedakan gambar 2D dengan gambar 3D. Dalam gambar 3D kita bisa melihat beberapa benda berada di belakang monitor dan beberapa benda jadi seperti keluar dari monitor.

Sebenarnya gambar 3D adalah penggabungan dari dua gambar yang berbeda sedikit. Perbedaan tersebut terletak pada posisi kameranya. Bingung ya? Gampangnya gini. Tutup mata yang sebelah kiri, nah itulah gambar 3D yang sebelah kanan. Trus tutup mata yang kanan, nah itulah gambar 3D yang sebelah kiri. Perbedaan posisi kamera itulah yang menyebabkan terjadinya efek kedalaman. Lalu kedua gambar tersebut harus masuk ke mata yang benar. Maksudnya gambar yang sebelah kanan harus terlihat oleh mata kanan saja dan tidak boleh terlihat oleh mata kiri dan sebaliknya. Fungsi kacamatanya adalah untuk menyaring agar gambar yang sebelah kanan hanya dapat dilihat mata sebelah kanan dan juga sebaliknya. Udah paham kan? "Siap pak"

Kacamata red-cyan menggunakan teknologi penyaringan warna. Maka dari itu kalo kita menggunakan kacamata red-cyan, gambar 3D yang kita lihat juga harus gambar 3D yang bertipe red-cyan. Secara teknisnya bagaimana saya tidak terlalu paham tapi intinya kacamata yang sebelah kanan (yang berwarna cyan) akan menghilangkan komponen warna merah dari gambar dan kacamata yang sebeleh kiri (yang berwarna merah) akan menghilangkan komponen warna cyan dari gambar. Jadi kalo kamu membuat kacamata sendiri, cara mengetes apakah warna kacamatamu sudah benar adalah dengan menutup satu mata. Kalau sudah menutup satu mata tapi gambarnya masih kelihatan berbayang maka warnanya belum benar itu, tambahin lagi warnanya. Tapi juga jangan kebanyakan, nanti malah gak kelihatan sama sekali gambarnya. Kalau udah gak berbayang dan masih kelihatan jelas, itu baru sip.

Udah bisa melihat gambar 3D tapi masih belum puas? Kamu juga bisa membuat sendiri gambar 3D mu bahkan video 3D. Syaratnya kamu harus punya dua kamera. "Yah, ane cuma punya satu kamera gan". Tenang aja, satu kamera aja juga bisa diakalin kok, tapi harus teliti. Gini caranya. Foto satu gambar, terus geser sedikit posisi kameranya dan foto lagi (jangan keliru kanan kirinya lho, intinya kamu ngambil dua gambar dengan posisi kamera di masing-masing matamu). Trus kamu gabungin dengan software Anaglyph Maker atau sejenisnya. Selamat anda sudah bisa membuat gambar 3D mu sendiri. "Kalau videonya gimana gan?". Kalau video susah kayaknya kalo cuma satu kamera. Tapi kalau kamu kreatif kamu bisa akalin sendiri seperti gimana lah. Untuk memutar video 3D bisa dengan software Stereoscopic Player atau sejenisnya.


Udah segitu dulu ya gan...

Oiya, ini ada tips. Kalau kamu pengen melihat gambar gedung-gedung atau pemandangan seperti miniatur, jauhkan jarak posisi pengambilan gambar kiri dan gambar kanan (tapi ya jangan jauh-jauh, misalnya jarak rata-rata mata manusia adalah 15 cm ya coba kamu ambil dengan jarak 30 cm). Sebaliknya kalau kamu pengen melihat dunia dari sudut pandang makhluk kecil, perkecil saja jaraknya. "Berarti manusia melihat dunia secara berbeda dong? Kan jarak matanya beda-beda". Ya mungkin saja, haha.....

Sedikit Tentang Musik Part III : Tangga Nada



Artikel ini adalah lanjutan dari Sedikit Tentang Musik Part II : Ritme dan Nada.


Sebenarnya tangga nada bukanlah susunan dari nada-nada, tetapi tangga nada adalah susunan relatif jarak nada dari nada dasar. Karena kita sudah tahu susunan tangga nada mayor bernada dasar C, maka kita bisa mengetahui jaraknya. Jarak dari C (root) dengan D adalah 1 nada, karena di tengahnya ada nada C#, di mana jarak C dengan C# adalah 1/2, dan jarak C# dengan D adalah 1/2. D dengan E adalah 1 nada. E dengan F adalah 1/2 nada, dan seterusnya. Maka bila disusun jarak-jarak tersebut, maka akan menjadi seperti di bawah ini.

1 – 1 - 1/2 – 1 – 1 – 1 - 1/2

Kalau kita misal ingin membuat tangga nada mayor bernada dasar G, maka kita letakkan G di awal tangga nada terlebih dahulu. Lalu kita masukkan nada kedua dengan melihat jaraknya, jarak pertama adalah 1. Maka kita bisa melihat, nada yang berjarak 1 nada dari G adalah A. Nada ketiga berjarak 1 nada dari nada kedua, maka nada ketiga adalah B. Nada keempat berjarak 1/2 nada dari nada ketiga, maka nada keempat adalah C, dan seterusnya. Jika kita susun, maka susunan nadanya adalah sebagai berikut:

G – A – B – C – D – E – F# - G

Tangga nada umum yang lain adalah tangga nada minor. Contoh tangga nada minor bernada dasar A adalah sebagai berikut :

A – B – C – D – E – F – G – A

Tangga nada mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan suasana dari sebuah musik. Tangga nada mayor cenderung mempunyai suasana yang ceria, damai, dan bersemangat. Tangga nada minor cenderung mempunyai suasana yang sedih, gundah, dan terpuruk. Tangga nada diminished mempunyai suasana mencekam dan tertekan. Contoh tangga nada diminished :

C – D – D# - F – F# - G# - A – B – C

Tangga nada diminished merupakan salah satu tangga nada yang simetris, maksudnya dengan susunan nada yang sama, bisa dipakai untuk lebih dari satu nada dasar. Dalam kasus ini, bisa dipakai untuk empat nada dasar. Karena jaraknya yang simetris, yaitu 1 1/2 1 1/2 1 1/2 1 1/2. Dengan susunan nada di atas rootnya bisa C, D#, F#, atau A.

Bersambung ke Sedikit Tentang Musik Part IV.

Sedikit Tentang Musik Part II : Ritme dan Nada

Artikel ini adalah lanjutan dari Sedikit Tentang Musik Part I : Intro.

Hal pertama yang perlu dibahas dalam musik adalah apa definisi dari musik itu sendiri. Musik adalah ketukan (ritme) yang tersusun dengan atau tanpa nada, yang mempunyai aturan tertentu. Musik merupakan ekspresi dari sang Musisi. Namun musik tidak bisa menyampaikan pesan secara konkret, musik hanya bisa menyampaikan suasana. Maka dari itu sebagian pemusik menambahkan lirik dalam musik mereka agar pesan mereka tersampaikan.


Ritme atau ketukan adalah panjang suatu not dalam sebuah musik. Ritme tidak akan terlepas dari bar. Bar adalah sebuah segmen waktu yang terdiri dari beberapa ritme-ritme kuat (beat) yang telah ditentukan. Beat adalah ritme di mana not lebih ditekankan. Ritme yang paling kuat terdapat pada awal bar. Contoh bar yang sangat umum adalah 4/4. Maksudnya, dalam satu bar terdapat empat beat. Dan bar tidak akan terlepas dari tempo. Tempo adalah banyaknya beat dalam satuan waktu. Satuan tempo yang paling umum adalah bpm (beat per minute). Jadi bila sebuah lagu mempunyai tempo 160 bpm, maka dalam satu menit terdapat 160 beat. Dan jika dalam satu bar terdapat empat beat, maka dalam satu menit terdapat 160/4 = 40 bar.


Nada adalah frekuensi dasar dari alat musik yang dibunyikan. Contohnya, nada A4 mempunyai frekuensi 440 Hz. Nada A4 adalah nada dari gitar standar yang dipetik pada senar pertama fret 5. Frekuensi sendiri adalah banyaknya getaran dalam satu detik, mempunyai satuan Hz. Getaran ini bisa berasal dari senar yang dipetik, seruling yang ditiup, dan lain-lain. Setiap musik mempunyai susunan nada tertentu yang disebut tangga nada (scale). Susunan nada tersebut akan berulang dalam satu oktaf. Oktaf adalah jarak dari nada tertentu sampai ke nada yang sama yang lebih tinggi satu tingkat. Nada yang lebih tinggi satu oktaf mempunyai frekuensi dua kali dari nada yang lebih rendah satu oktaf. Jadi bila A4 mempunyai frekuensi 440 Hz, maka A5 mempunyai frekuensi 880 Hz.


Umumnya dalam satu oktaf terdapat 12 nada yang berjarak sama (1/2 nada, dalam gitar fret satu dengan fret sebelahnya mempunyai jarak 1/2 nada), yaitu C, C#, D, D#, E, F, F#, G, G#, A, A#, B, dan C. C yang terakhir tidak masuk hitungan karena merupakan letak pengulangan dari tangga nada. C yang terakhir mempunyai jarak satu oktaf dari C yang pertama. Tangga nada yang paling umum adalah tangga nada mayor. Susunannya adalah C D E F G A B C. Tangga nada tidak akan terlepas dari nada dasar (root). Root adalah nada pertama dari tangga nada. Jadi tangga nada di atas mempunyai root C.

Jumat, 27 Februari 2015

Sedikit Tentang Musik Part I : Intro


Tidak ada kata salah dalam musik. Yang ada hanya enak dan tidak enak didengar. Enak atau tidak enak didengarpun juga tidak sama antara satu orang dengan yang lain. Jadi dalam musik kita bisa bebas berkreasi. Menumpahkan segala emosi kita ke dalam karya kita. Dan kita juga harus mempunyai idealisme. Karena orang tanpa idealisme akan selalu mengikuti orang lain. Dan pastinya akan menghambat kreativitas kita.

Dalam bermusik kita tidak memerlukan istilah. Istilah hanya digunakan untuk komunikasi antar musisi. Kita boleh membuat istilah kita sendiri dalam musik. Apa yang penting adalah kita bisa merasakan musik itu sendiri. Kata-kata, istilah, atau simbol tidak akan bisa mewakili perasaan. Perasaan sangat penting dalam kehidupan. Maka ayo kita asah perasaan kita agar kita dapat lebih memahami dunia ini.

Kita tidak cukup dengan hanya menggunakan otak kiri, atau otak kanan kita saja dalam memahami musik. Kita dituntut untuk menyeimbangkan kedua otak kita. Otak kiri digunakan untuk mengklasifikasi dan memahami pola. Otak kanan untuk merasakan. Dengan komposisi yang pas dalam menggunakan otak kiri dan otak kanan, kita akan lebih mudah dalam memahami segala hal.

Musik adalah seni. Seni dapat menghibur. Tapi apa jadinya jika musik hanya diperuntukkan sebagai hiburan semata tanpa memperhatikan nilai seni. Sebagai seniman kita seharusnya tetap memperhatikan nilai seni dari sebuah musik walaupun musik tersebut adalah musik hiburan. Sebagai penikmat kita seharusnya juga pandai memilih mana musik yang layak atau tidak layak didengarkan. Agar pikiran kita berkembang dan penuh kreativitas, tidak statis dan mudah terpengaruh oleh trend. Ingat, musik adalah senjata ampuh untuk mempengaruhi seseorang.

Nilai seni dari sebuah musik adalah seberapa jauh imajinasi dan kreativitas dari sang komposer. Semakin sulit ditebak sebuah lagu, maka semakin besar nilai seninya. Tapi perbedaan antara nyeni dan ngawur itu sangat tipis. Musik yang ngawur bisa menjadi sangat nyeni. Sebaliknya musik yang nyeni juga bisa terlihat ngawur.

Menahan dan Memaksakan Diri

Sebelumnya saya kembali mengingatkan bahwa tulisan ini adalah sebuah penelitian pribadi dan tidak dapat digunakan sebagai acuan secara pasti.

Kita tahu bahwa setiap manusia mempunyai karakter yang berbeda satu sama lain. Karakter itu sendiri tersusun dari beberapa komponen (bukan seperti resistor atau kapasitor lho), kita sebut saja subkarakter, yang bernilai tertentu. Maksudnya seperti ini, kamu pernah main PES? Kalau pernah kamu pasti tahu kalau setiap pemain mempunyai skill yang berbeda. Kita ambil contoh, pemain A skill attack nya bernilai 91, defense nya 76, dan seterusnya. Attack dan defense itulah yang saya maksud sebagai subkarakter. Paham toh? Iya lah.

Karena subkarakter yang terdapat pada manusia jumlahnya tak terbatas (tidak seperti di PES yang cuma beberapa puluh saja), maka banyaknya kombinasi karakter manusia yang dapat dihasilkan sangat-sangat tidak terbatas (seperti pelajaran matematika SMA dulu malah ya?). Jadi kemungkinan dua manusia mempunyai karakter yang benar-benar sama adalah sangat kecil dan bisa kita anggap bernilai nol. Tidak percaya? Udah, percaya aja ya…


Kita cukupkan dulu basa-basinya (iya, itu baru basa-basi aja). Nah, tema kita adalah menahan dan memaksakan diri [kok cupu banget temanya?] (Eits, ini hasil penelitian saya selama berdetik-detik, bahkan bermenit-menit lho, jangan anggap remeh). [Jadi maksudnya apa ni menahan dan memaksakan diri?] Gini, menahan diri maksudnya menahan diri dari melakukan, melihat, mendengarkan, memakan (intinya semua yang berhubungan dengan indera kita) sesuatu yang menyenangkan [Emang gak boleh ya? Kan hiburan itu] (Nanti aja ngeyelnya ya…), sedangkan memaksakan diri maksudnya adalah memaksakan diri melakukan, melihat, mendengarkan sesuatu yang tidak menyenangkan [Buat apa kalo gak suka?] (…).